<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>berita ekspor Archives - EXIMPRO</title>
	<atom:link href="https://www.eximpro.id/tag/berita-ekspor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.eximpro.id/tag/berita-ekspor/</link>
	<description>Export and Import Consultant</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2020 07:32:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://www.eximpro.id/wp-content/uploads/2020/04/cropped-eximpro-2-32x32.png</url>
	<title>berita ekspor Archives - EXIMPRO</title>
	<link>https://www.eximpro.id/tag/berita-ekspor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Aktivitas Ekspor-Impor Lesu, Arus Peti Kemas Tanjung Priok Turun 10,4%</title>
		<link>https://www.eximpro.id/aktivitas-ekspor-impor-lesu-arus-peti-kemas-tanjung-priok-turun-104/</link>
					<comments>https://www.eximpro.id/aktivitas-ekspor-impor-lesu-arus-peti-kemas-tanjung-priok-turun-104/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2020 07:32:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekspor Impor]]></category>
		<category><![CDATA[berita ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[berita ekspor impor]]></category>
		<category><![CDATA[berita impor]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor impor]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[kepabeanan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan kepabeanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.eximpro.id/?p=1917</guid>

					<description><![CDATA[<p>PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) atau IPC mencatat arus (throughput) peti kemas periode Januari hingga Mei 2020 sebesar 2,8 juta TEUs, turun 10,4% dibandingkan periode yang sama 2019. Direktur Utama IPC, Arif Suhartono mengatakan, penurunan disebabkan melambatnya aktivitas ekspor dan impor imbas pandemi covid-19. &#8220;Selain dipengaruhi pandemi Covid-19, angka bulan Juni ini juga merupakan imbas dari melambatnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.eximpro.id/aktivitas-ekspor-impor-lesu-arus-peti-kemas-tanjung-priok-turun-104/">Aktivitas Ekspor-Impor Lesu, Arus Peti Kemas Tanjung Priok Turun 10,4%</a> appeared first on <a href="https://www.eximpro.id">EXIMPRO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) atau IPC mencatat arus (throughput) peti kemas periode Januari hingga Mei 2020 sebesar 2,8 juta TEUs, turun 10,4% dibandingkan periode yang sama 2019. Direktur Utama IPC, Arif Suhartono mengatakan, penurunan disebabkan melambatnya aktivitas ekspor dan impor imbas pandemi covid-19.</p>
<p>&#8220;Selain dipengaruhi pandemi Covid-19, angka bulan Juni ini juga merupakan imbas dari melambatnya aktivitas ekspor-impor, seminggu menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri,&#8221; kata Arif melalui keterangan pers, dikutip Senin (22/6).</p>
<p>Menurut dia perlambatan ekspor dan impor juga terjadi di hampir semua negara, termasuk Tiongkok yang sempat menggeliat pada April namun kembali turun pada Mei.</p>
<p>Meski demikian, Arif masih optimistis situasi ini berangsur membaik dalam bulan-bulan mendatang. Setidaknya, arus peti kemas akan meningkat pasca Lebaran, sebagaimana siklus tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“Penurunan throughput saat Hari Raya hampir terjadi setiap tahun. Kami berharap pada Juni ini terjadi rebound (peningkatan kembali) arus peti kemas, walaupun dampak pandemi masih akan terasa,” ujarnya. Walaupun ada penurunan secara umum, IPC melihat adanya potensi pertumbuhan di masa ‘new normal’ ini.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.eximpro.id/babak-belur-ekspor-impor-indonesia-di-tengah-pandemi-covid-19/">Babak Belur Ekspor &amp; Impor Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19</a></strong></p>
<p>Misalnya saja, di tengah turunnya arus kapal, terjadi kenaikan volume penggunaan warehouse di sejumlah pelabuhan, termasuk di Pelabuhan Tanjung Priok. “Saat ini kami masih mengkonsolidasikan data pertumbuhan okupansi pergudangan di pelabuhan, sebagai bagian dari bahan kajian untuk review target perseroan tahun 2020,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, Arif mengatakan bahwa perusahaan masih bersyukur penurunan arus peti kemas yang terjadi tidak setajam angka penurunan impor secara nasional. “IPC bersyukur karena dampak pandemi tidak menurunkan aktivitas dan produktivitas pelabuhan sedalam beberapa sektor lainnya seperti oil &amp; gas, transportasi dan pariwisata,” katanya.</p>
<p>Mengutip data Badan Pusat Statistik, ekspor nasional pada bulan Mei 2020 tercatat 10,53 miliar USD. Angka ini turun 28,3 % dibandingkan Mei 2019. Sementara nilai impor turun 42,2 % dibandingkan Mei tahun lalu. Nilai impor bulan Mei 2020 sebesar 8,44 miliar USD.</p>
<p>Penurunan impor yang tajam pada Mei terjadi pada komoditas migas dan nonmigas. Impor migas anjlok 22,26% dibanding April atau 37,34% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi US$ 660 juta. Sedangkan impor nonmigas turun 23,04% dibanding April dan anjlok 69,87% dibanding periode yang sama tahun lalu mencapai US% 7,78 miliar.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.eximpro.id/ekspor-impor-ri-anjlok-investasi-akan-terpengaruh/">Ekspor Impor RI Anjlok, Investasi Akan Terpengaruh</a></strong></p>
<p>Sedangkan, impor barang modal anjlok 19,75% sepanjang Januari-Mei 2020 dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara impor bahan baku/penolong turun 15,28% dan barang konsumsi turun 10,32%.  Adapun secara kumulatif Januari-Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus mencapai US$ 4,31 miliar.</p>
<p>Sumber: Katadata</p>
<p>The post <a href="https://www.eximpro.id/aktivitas-ekspor-impor-lesu-arus-peti-kemas-tanjung-priok-turun-104/">Aktivitas Ekspor-Impor Lesu, Arus Peti Kemas Tanjung Priok Turun 10,4%</a> appeared first on <a href="https://www.eximpro.id">EXIMPRO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.eximpro.id/aktivitas-ekspor-impor-lesu-arus-peti-kemas-tanjung-priok-turun-104/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Babak Belur Ekspor &#038; Impor Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19</title>
		<link>https://www.eximpro.id/babak-belur-ekspor-impor-indonesia-di-tengah-pandemi-covid-19/</link>
					<comments>https://www.eximpro.id/babak-belur-ekspor-impor-indonesia-di-tengah-pandemi-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 03:45:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekspor Impor]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kepabeanan]]></category>
		<category><![CDATA[berita ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[berita impor]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor impor]]></category>
		<category><![CDATA[kepabeanan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan kepabeanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.eximpro.id/?p=1890</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkembangan ekspor-impor Indonesia terus mengalami pemburukan di tengah pandemi Corona atau COVID-19. Kepala BPS Suhariyanto menyatakan capaian ekspor pada Mei 2020 ini adalah yang terendah sejak 2016, sementara posisi impor terburuk sejak tahun 2009. Ekspor pada Mei 2020 tercatat melanjutkan penurunannya dengan kisaran 13,40% month to month (mtom) dan 28,95% year on year (yoy). Sementara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.eximpro.id/babak-belur-ekspor-impor-indonesia-di-tengah-pandemi-covid-19/">Babak Belur Ekspor &#038; Impor Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19</a> appeared first on <a href="https://www.eximpro.id">EXIMPRO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan ekspor-impor Indonesia terus mengalami pemburukan di tengah pandemi Corona atau COVID-19. Kepala BPS Suhariyanto menyatakan capaian ekspor pada Mei 2020 ini adalah yang terendah sejak 2016, sementara posisi impor terburuk sejak tahun 2009.</p>
<p>Ekspor pada Mei 2020 tercatat melanjutkan penurunannya dengan kisaran 13,40% month to month (mtom) dan 28,95% year on year (yoy). Sementara impor turun lagi lebih dalam dengan kisaran 32,65% mtom dan 42,20% yoy. Ekspor Januari 2020 tercatat 13,63 miliar dolar AS.</p>
<p>Sempat naik pada Februari-Maret 2020 menjadi 14 miliar dolar AS, lalu turun lagi di April menjadi 12,16 miliar dolar AS dan terus memburuk pada Mei 2020 menjadi 10,53 miliar dolar AS. Sementara impor Januari 2020 tercatat 14,27 miliar dolar AS. Angka ini turun tipis pada Maret 2020 menjadi 13,35 miliar dolar AS. Pada April 2020 angkanya terus menurun menjadi 12,54 miliar dolar AS dan 8,44 miliar dolar AS pada Mei 2020. Gara-gara capaian ini, surplus 2,09 miliar dolar AS pada Mei 2020 bukan kabar menggembirakan.</p>
<p>Bahkan Suhariyanto mengingatkan agar berhati-hati menyikapinya lantaran menjadi pertanda buruk bagi pertumbuhan ekonomi kuartal II (Q2) dan kinerja industri Indonesia.</p>
<p>Abdul Manap menjelaskan tren ini menunjukkan ekspor-impor melambat. Meski sebagian negara sudah membuka aktivitasnya, tapi permintaan tak terkerek. Deretan komoditas ekspor terbesar seperti Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara kompak mengalami penurunan. BPS mencatat Mei 2020 ekspor golongan minyak nabati dan bahan bakar mineral masing-masing turun 199,7 miliar dolar AS dan 225 miliar dolar AS mtom.</p>
<p>Faktor pertama, Manap menilai ada potensi industri di luar negeri masih memiliki stok usai aktivitas berhenti. Faktor kedua, aktivitas ekonomi di negara tujuan masih rendah baik produksi maupun konsumsi. National Bureau of Statistics of China menyatakan Purchasing Managers Index (PMI) mereka Mei 2020 turun lagi menjadi 50,6 padahal sempat membaik di 52 pada Maret 2020 yang berarti ekspansi industri melambat.  Indikator harga produsen dan konsumen di Cina juga terus turun yang menjadi sinyal adanya peningkatan jumlah barang, tapi banyak tak terserap sehingga menjadi deflasi. Efek tersebut pun terasa sampai Indonesia.</p>
<p>Menurut BPS, Cina menguasai 17,04% pangsa ekspor dan 28,13% impor non-migas Indonesia “Kalau turun, kegiatan konsumen itu masih tidak bergerak signifikan sekalipun PMI meningkat,” ucap Manap saat dihubungi reporter Tirto, Senin (15/6/2020). Dari sisi impor pun keadaannya juga tidak baik-baik amat. Manap menilai terus turunnya impor menandakan aktivitas industri dalam negeri juga sedang rendah-rendahnya.</p>
<p>Ia mencontohkan data PMI Indonesia pada Mei 2020 masih bertengger di kisaran 28 sekalipun membaik dari April 2020 di angka 27,5 yang di bawah standar ekspansi 50 poin. Indikator inflasi Mei 2020 bahkan terus mengalami penurunan pertanda masih lemahnya daya beli.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.eximpro.id/ekspor-impor-ri-anjlok-investasi-akan-terpengaruh/">Ekspor Impor RI Anjlok, Investasi Akan Terpengaruh</a></strong></p>
<p>Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendah Manilet menambahkan tren perlambatan ekspor-impor ini merupakan konsekuensi yang harus dihadapi semua negara karena perlambatan ekonomi global. Melansir Reuters, ekspor-impor Jerman pada April 2020 menjadi yang terburuk sejak tahun 1990. Ekspor Jerman turun 24% yoy lantaran mitra dagangnya terdampak Corona.</p>
<p>“Masalah global COVID-19 seperti sekarang menjadikan penurunan ekspor merupakan keniscayaan,” ucap Yusuf saat dihubungi reporter Tirto, Senin (15/6/2020).</p>
<p>Melihat tren ini, Yusuf yakin tren penurunan ekspor-impor akan terus berlanjut sampai rilis data Juni 2020 nanti. Yusuf bilang kinerja perdagangan global masih akan melambat hingga akhir tahun sehingga perbaikan ekspor-impor sulit diharapkan. Belum lagi perekonomian Cina sudah menunjukkan tren menurun lagi sekalipun sudah membaik sejak lockdown. Kalau pun mau berharap pada industri dalam negeri, kata Yusuf, itu pun tidak mudah.</p>
<p>Meski pemerintah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kapasitas industri paling banyak berada di kisaran 30% dan permintaan industri domestik juga belum akan pulih dalam waktu dekat. “Saya pikir iya (akan berlanjut di bulan depan),” ucap Yusuf.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.eximpro.id/bea-cukai-ungkap-berbagai-modus-jastip-barang-impor/">Bea Cukai Ungkap Berbagai Modus Jastip Barang Impor</a></strong></p>
<p>Karena itu, peneliti Indef Abdul Manap mengatakan, pemerintah perlu segera mengambil langkah untuk mengantisipasi penurunan ini. Ia berkata setidaknya pemerintah bisa menggencarkan negosiasi dagang untuk memitigasi masalah gugatan perdagangan seperti anti-dumping maupun subsidi demi memuluskan ekspor Indonesia.</p>
<p>Ia bilang porsi ekspor dalam PDB barangkali cukup kecil dibanding konsumsi-investasi. Namun Manap mengingatkan efeknya akan terasa pada seretnya penerimaan devisa Indonesia yang bakal menyulitkan pengendalian nilai tukar kala diguncang ketidakpastian ekonomi global.</p>
<p>Belum lagi jika impor terus turun, industri dalam negeri bakal kesulitan memenuhi permintaan ekspor dan domestik. Sebab 75% impor bahan baku Indonesia didominasi oleh bahan baku. “Kita enggak bisa anggap remeh ekspor-impor,” ucap Manap.</p>
<p>Baca selengkapnya di artikel &#8220;Babak Belur Ekspor &amp; Impor Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19&#8221;, <a href="https://tirto.id/fHME">https://tirto.id/fHME</a></p>
<p>The post <a href="https://www.eximpro.id/babak-belur-ekspor-impor-indonesia-di-tengah-pandemi-covid-19/">Babak Belur Ekspor &#038; Impor Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19</a> appeared first on <a href="https://www.eximpro.id">EXIMPRO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.eximpro.id/babak-belur-ekspor-impor-indonesia-di-tengah-pandemi-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
